Mendampingi dengan Hati

Leni Marlina, pendamping Masyarakat Mandiri untuk wilayah Bidara Cina, Manggarai dan Pancoran diserang demam tinggi sebulan lewat. Tipesnya kambuh, ditambah gejala demam berdarah. Beruntung ada seorang tetangga kost di bilangan Halim sesama perantau dari seberang mau menolong.

Bukan sebuah berita di koran, kalau Leni ditolak tiga rumah sakit berbiaya murah di Jakarta Timur. Alasan rumah sakit cukup rasional, pasien demam berdarah penuh. Tak ada lagi bangsal murah yang bisa ditempati. Untuk periksa dan menginap di rumah sakit berbiaya agak mahal, tak terjangkau kantong. Di atas motor yang mengantarnya melaju di jalanan Jakarta, ia makin tersiksa dengan demam 65 derajat celcius. Namun, ia masih bisa berpikir bagaimana segera memperoleh kepastian mendapat perawatan segera sesuai anggaran. Sebuah rumah sakit tentara akhirnya menerimanya.

Cerita ’sehari-hari’ seperti yang mudah dijumpai di koran-koran atau sinetron yang dilaluinya, sayang ia enggan mencatatnya. Cerita yang sesungguhnya dekat dan mirip dengan kisah para mitra yang dibinanya. Orang-orang kecil tinggal di kampung padat kumuh miskin dengan segala ragam kegetiran. Beberapa kisah mereka tampaknya layak untuk disinetronkan, menggenapi tayangan sinetron yang penuh nilai dramatisme. Atau tayangan sinetron bernuansa humanis namun memberdayakan, tak sekadar mengharu-biru, atau malah jual mimpi.

Sakitnya Leni mengetuk hati. Hati siapa yang gerangan terketuk? Tak lain, orang-orang yang didampingi. Menyewa sebuah mobil, mereka menjenguknya di rumah sakit. Di antara mereka adalah orang yang kala banjir Februari 2007 menjadi korban. Gerobak ada yang hancur, hilang, juga rumah yang rata diterjang arus kali Ciliwung. Seuntai senyum dan doa meringankan lara.

Pendamping memang profesi. Namun, pendamping juga pengabdi. Waktunya yang hampir tak mengenal siang dan malam, didedikasikan untuk sebuah perubahan komunitas yang didampingi. Ilmu pemberdayaan dari bangku kuliah, buku-buku sosial, dan pelatihan-pelatihan, rasanya tak bernyawa tanpa hati. Sama halnya, buku-buku yang mengajarkan peran hati seperti yang marak beberapa tahun belakangan berhenti menjadi buku mati, tanpa dihayati. Ramai-ramai orang berlatih mengolah kecerdasan spiritual dan emosi, namun korupsi makin bervariasi. Kemunafikan tetap digemari.

Bila pendamping hanya sekadar profesi, mungkin mereka hanya bekerja karena kontrak kerja atau proyek. Tak peduli komunitas berubah atau tidak. Sebaliknya, sisi peran pengabdi memperoleh porsi tersendiri, orang-orang yang dibina akan lebih memberi apresiasi. Sesuatu yang disampaikan pendamping sepenuh hati, mereka akan menerimanya dengan hati. Hubungan yang terjalin bukan penyalur-penerima, petugas-pengguna jasa, atau subyek-obyek.

Pemberdayaan yang kita lakoni memang bertumpu pada proses transformasi dan edukasi. Namun, itu semua kurang terasa bila tanpa langkah mendampingi dengan hati.

{fcomment}

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Tentang Kami

Karya Masyarakat Mandiri (KMM) merupakan salah satu organ jejaring Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE) yang bergerak dalam jasa program pengembangan komunitas, riset terapan untuk program-program pengembangan masyarakat/CSR, pengelolaan investasi dan produksi agribisnis, serta bisnis perdagangan hasil pertanian, peternakan, produk hasil pesisir dan UMKM.

Layanan

Artikel Terbaru

  • All Post
  • Agenda
  • Artikel
  • Berita
  • Branding
  • Development
  • English
  • Karir
  • Layanan
  • Leadership
  • Management
  • News
  • other
  • Profil
  • Profil Depan
  • Program
  • Studi kasus
  • Uncategorized
  • Video
    •   Back
    • Berita Pemberdayaan
    • Kisah Pemberdayaan
    • Khasanah
    • Kabar Mandiri
    • Program-Pedesaan
    • Program-Perkotaan
    • Program-Kerjasama CSR
    • Program-Pasca Bencana
    •   Back
    • Community Development
    •   Back
    • Program-Pedesaan
    • Program-Perkotaan
    • Program-Kerjasama CSR
    • Program-Pasca Bencana

Profil KMM

Membantu Perusahaan menciptakan Dampak Sosial yang Berkelanjutan melalui Program Pengembangan & Pemberdayaan Masyarakat

Ruko Zona Madina No. B-C Jl. Raya Parung – Bogor KM 42 Jampang Kec. Kemang, BOGOR 16310

Info @masyarakatmandiri.co.id
+62811 8888 7811

© 2016-2025  Created by Karya Masyarakat Mandiri

Scroll to Top