TANGGAMUS – Bantuan mesin prosesing biji kopi berupa pulper dan huller diserahkan kepada kelompok petani kopi di Dusun Way Kandis, Pekon Kampung Baru, Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Kamis (25/04/2024). Bantuan sebagai bagian dari kegiatan program CSR terutama bagi kelompok petani kopi di Way Kandis.
Program CSR di Way Kandis bekerjasama dengan PT Karya Masyarakat Mandiri (KMM) sejak tahun 2020. Fokus programnya melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap petani kopi agar dapat melakukan budidaya secara ramah lingkungan dengan memperkenalkan sistem budidaya Regenerative Agriculture.
Dengan konsep tersebut diharapkan dampak yang dihasilkan tidak hanya pada produksi saja tetapi juga dampak positif pada lingkungan. Seperti timbulnya keberagaman tumbuhan karena ada tanaman pelindung dan sela, kembalinya bahan organik karena dilakukan pengembalian sisa tanaman, bertambahnya serapan atau jebakan air karena ada pembuatan rorak dan sebagainya. Hal tersebut tentu menjadi perhatian dari program CSR mengingat wilayah Way Kandis termasuk dalam untuk konservasi sumber air.
Selain fokus pada peningkatan kapasitas petani pada aspek budidaya, program CSR juga peduli pada peningkatan kapasitas petani dalam melakukan panen dan paska panen. Kebiasaan petani kopi di Way Kandis masih melakukan praktek panen dan paska panen dengan cara tradisional. Mereka belum mengenal panen petik merah dan masih menjemur biji kopi secara tradisional dengan menjemur langsung di tanah tanpa alas. Alhasil produk green bean kopi yang dihasilkan belum memenuhi syarat uji mutu baik secara fisik maupun rasa.
Secara bertahap program CSR melalui KMM, sejak tahun 2021 memberikan pembinaan terkait perbaikan proses panen dan paska panen agar petani kopi Way Kandis mampu menghasilkan green bean dengan kualitas yang bagus. Hal ini menjadi penting karena diharapkan green bean dari Way Kandis akan memiliki daya saing yang kuat seiring dengan perbaikan mutunya.
Perbaikan proses penjemuran diakomodasi dengan memberikan bantuan Green House untuk proses jemur pada tahun 2023. Di tahun 2024 dengan memberikan bantuan mesin pulper dan huller. Harapannya para petani mampu mengolah secara mandiri hasil panen kopi dengan cara yang benar.





