Pemberdayaan Petani Singkong Melalui Pengembangan Usaha Kecil Berbasis Singkong

Ubi kayu sudah lama menjadi tanaman pangan (food crops) penting di Indonesia, ketiga setelah padi dan jagung. Jumlah produksi tahunan pada tahun 2004 diperkirakan mencapai 18.473.960 ton, menjadikan Indonesia sebagai produsen terbesar dunia selain Brazil, Thailand, India, Peru dan Kolombia. Meski begitu, produktivitas per-ha lahan masih relatif rendah, yaitu 16,4 ton/ha dibandingkan dengan 40 ton/ha yang dicapai dalam sebuah program ujicoba di Trenggalek pada tahun 2006.

Hal ini terkait dengan masih belum tumbuhnya kesadaran bahwa ubi kayu ternyata bisa bernilai ekonomis tinggi. Sehingga, pola produksi masih tradisional dan pengembangan varietas unggul untuk tanaman ini juga masih terbatas. Memang selama ini, sebagian besar produksi pertanian ini sebagian besar dipergunakan untuk konsumsi pakan ternak. Data BPS menunjukkan dari yang dikonsumsi, sebesar 80 persen dikonsumsi langsung, 11 persen untuk ekspor, dan 9 persen untuk bahan baku industri

Sistem yang tidak terpisah dalam masalah tata usaha agribisnis singkong yaitu sistem on farm atau sistem budidaya. Dalam sistem budidaya tersebut pelaku utama penyedia komoditas singkong adalah petani singkong. Petani inilah biasanya yang masih termarginalkan (kurang memiliki akses) terhadap berbagai fasilitas yang bisa mengembangkan matapencaharian berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarganya. Berdasarkan hasil survei pra perencanaan program di wilayah Kabupaten Lampung Timur terdapat gambaran masalah yang dihadapi oleh para petani. Masalah pokok mereka adalah pendapatan petani rendah, harga jual hasil panen rendah, serta produktivitas hasil pertanian juga rendah.

Tujuan:
Meningkatnya pendapatan petani singkong melalui penguatan kelembagaan petani, perluasan akses pasar singkong serta turunannya dan pelayanan keuangan mikro.

Lokasi:
Desa Tambah Subur, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur

{fcomment}

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Tentang Kami

Karya Masyarakat Mandiri (KMM) merupakan salah satu organ jejaring Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE) yang bergerak dalam jasa program pengembangan komunitas, riset terapan untuk program-program pengembangan masyarakat/CSR, pengelolaan investasi dan produksi agribisnis, serta bisnis perdagangan hasil pertanian, peternakan, produk hasil pesisir dan UMKM.

Layanan

Artikel Terbaru

  • All Post
  • Agenda
  • Artikel
  • Berita
  • Branding
  • Development
  • English
  • Karir
  • Layanan
  • Leadership
  • Management
  • News
  • other
  • Profil
  • Profil Depan
  • Program
  • Studi kasus
  • Uncategorized
  • Video
    •   Back
    • Berita Pemberdayaan
    • Kisah Pemberdayaan
    • Khasanah
    • Kabar Mandiri
    • Program-Pedesaan
    • Program-Perkotaan
    • Program-Kerjasama CSR
    • Program-Pasca Bencana
    •   Back
    • Community Development
    •   Back
    • Program-Pedesaan
    • Program-Perkotaan
    • Program-Kerjasama CSR
    • Program-Pasca Bencana

Profil KMM

Membantu Perusahaan menciptakan Dampak Sosial yang Berkelanjutan melalui Program Pengembangan & Pemberdayaan Masyarakat

Ruko Zona Madina No. B-C Jl. Raya Parung – Bogor KM 42 Jampang Kec. Kemang, BOGOR 16310

Info @masyarakatmandiri.co.id
+62811 8888 7811

© 2016-2025  Created by Karya Masyarakat Mandiri

Scroll to Top