Tema yang diangkat dalam konferensi yang baru diadakan pertama kali ini adalah Mempromosikan Kemitraan Yang Tranformasional dan Pemberdayan Perempuan pada Rantai Nilai Kegiatan Pertanian di ASEAN. Konferensi ini merupakan bagian dari inisiatif Mempromosikan Social Enterprise (PROSE/Promoting Social Enterprise) sebagai bagian dari proyek besar berjudul Transformative Gender dan Investasi Pertanian Yang Bertanggung Jawab di Asia Tenggara.
Proyek ini diprakarsai oleh Oxfam dengan dukungan dari Pemerintah Swedia (SIDA) Sebagai bagian dari program PROSE-GRAISEA (Promoting Social Enterprise Gender Transformative and Responsible Agrucultural Investment in Southeast Asia). ISEA bermitra dengan beberapa LSM di 4 negara yakni Bina Swadaya dan Dompet Dhuafa (Indonesia), Center for Social Innovation Promotion (Vietnam) dan Change Fusion (Thailand).
Selain menjadi peserta, KMM juga memprentasikan praktik baik yang dilakukan pada program pemberdayaan ekonomi perempuan. Dari rapid appraisal yang dilakukan program pemberdayaan perempuan pengupas kerang hijau di Kasemen, Serang, Banten. KMM memberikan penjelasan kepada 60 audiens dari 4 negara tentang bagaimana proses yang berlangsung pada Program Pemberdayaan Pengupas Kerang Hijau di Kasemen yang menyasar kepada 30 penerima manfaat perempuan.
Beberapa poin yang disampaikan adalah bagaimana strategi pencapaian indikator peningkatan pendapatan penerima manfaat hingga mencapai 1.5 Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kota Serang dan Bagaimana dampak yang terjadi pada penerima manfaat setelah diintervensi oleh program dan bagaimana mengukur dampak tersebut. Selain itu juga disampaikan tentang apa yang menjadi faktor kritikal baik internal maupun eksternal, positif maupun negatif yang mempengaruhi keberhasilan program serta apa yang menjadi tantangan utama pada program tersebut.





